Tik tok di Amerika
Foto : ilustrasi Tik tok di Amerika

Tik-Tok di Amerika, Bagaimana Nasibnya?

Tik-Tok di Amerika, bagaimana nasibnya? Sedang ramai diperbincangkan karena ternyata mendapatkan larangan keras dari presiden langsung. Lantas bagaimana nasib aplikasi tersebut yang saat ini masih belum jelas bagaimana keputusan akhirnya dari negara Amerika.

Tik-Tok merupakan platform media sosial yang mengajak para penggunanya untuk berekspresi sebebas mungkin. Pengguna dapat membuat video dengan menggabungkan musik, unjuk bakat, tarian dan berbagai hal lainnya.

Sebenarnya hampir mirip dengan berbagai aplikasi lainnya namun pengguna lebih bebas membuat konten sesuai keinginan. Tanpa ada aturan khusus yang memperbolehkan atau melarang konten harus dibuat oleh para pengguna aplikasinya.

Banyak konten yang dibuat para pengguna bahkan sering digunakan untuk media iklan berbagai produk. Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk iklan karena pengguna dapat berimajinasi sesuai keinginan mereka sendiri.

Meskipun banyak digunakan di berbagai negara di dunia seperti Indonesia sendiri juga ramai penggunaan aplikasi ini. Ternyata Tik-Tok di Amerika, bagaimana nasibnya? Memiliki perlakuan tersendiri yang melarang warganya menggunakan untuk berbagai tujuan.

Hal ini tentu sangat menarik untuk dibahas terutama kenapa presiden Amerika melarang penggunaan aplikasi Tik-Tok. Serta bagaimanakah nasib terkini dari aplikasi ini semua akan dibahas di bawah ini.

Penyebab Aplikasi Tik-Tok Dilarang Oleh Presiden Amerika

Pemerintah Amerika memiliki alasan tersendiri kenapa melarang warganya agar tidak mengunduh aplikasi Tik-Tok. Larangan seperti ini ternyata cukup membuat warga dan perusahaan pemilik aplikasinya menjadi sangat resah karena berbagai alasan.

  1. Menjadi ancaman nasional

Tik-Tok di Amerika, bagaimana nasibnya? Dianggap sebagai ancaman nasional bagi pemerintahan Amerika itu sendiri karena berasal dari perusahaan China. Seperti diketahui hubungan atau persaingan antara kedua negara ini memang sedang tidak baik.

Tidak heran jika sebuah aplikasi dianggap sebagai ancaman bagi negara lain demi menyelamatkan negara. Persaingan dalam hal ekonomi, bisnis dan berbagai hal lainnya yang cukup ketat memicu berbagai perselisihan antar kedunya.

  1. Resiko pencurian data warga Amerika

Penyebab lain karena presiden amerika merasa takut terjadinya pencurian data warga amerika oleh perusahaan Tik-Tok dari China tersebut. Hal ini sangat mungkin terjadi karena pengguna akan mendaftarkan diri menjdi pengguna memakai data-data mereka.

Pengguna juga akan merekam berbagai kegiatan atau aktivitas yang nantinya dapat dimanfaatkan pihak China untuk berbagai tujuan. Hal inilah membuat Tik-Tok di Amerika, bagaimana nasibnya? Menjadi dilarang demi melindungi data dari pencurian orang asing.

  1. Data diberikan ke partai komunis Cina

Pemerintah Amerika merasa kalau data yang sudah diambil dari warga Amerika nantinya diberikan kepada Partai Komunis China. Hal ini sangat merugikan karena penyalahgunaan data saat ini memang sangat rawan terjadi.

Sampai saat ini Presiden Amerika belum memberikan keputusan tentang bagaimana nasib aplikasi ini. Langkah ini diambil demi keamanan di negara Amerika secara nasional dari aplikasi buatan China.

Larangan Penggunaan Tik-Tok di Amerika, Bagaimana Nasibnya Tidak Jelas

Nasib Tik-Tok di Amerika semakin tidak jelas membuat perusahaan melayangkan petisi kepada presiden Donald Trump. Petisi ini diberikan dari tahun 2020 tahun lalu sebelum Amerika ganti presiden baru saat ini dan memang belum selesai masalahnya.

Petisi ini diberikan karena belum ada kejelasan tentang larangan atau dikatakan sangat menggantung bagi perusahaan tiktok tentang bagaimana kedepannya. Sehingga perusahaan Tik-Tok merasa jika hal ini tidak adil dan sangat merugikan.

Sebenarnya muncul beberapa opsi pilihan dari perusahaan Tik-Tok itu sendiri agar keraguan Donald Trump dapat ditepis. Seperti menjual separuh aset bytedance kepada perusahaan AS agar tuduhan tersebut dapat dihindarkan.

Perintah CFIUS tidak mengatakan tentang dampak yang akan terjadi jika bytedance tidak nendivestasikan asetnya. Hal-hal tidak pasti seperti inilah membuat Tik-Tok mengajukan petisi di Pengadilan Banding AS agar tindakan CFIUS ditinjau kembali

Sudah lebih dari setahun Tik-Tok berusaha untuk berdiskusi dengan CFIUS untuk meluruskan berbagai tuduhan tersebut. Meski pihak Tik-Tok merasa tuduhan yang diberikan sama sekali tidak benar dan masuk akal.

Sampai saat ini kejelasan nasib yang diharapkan masih sangat jauh untuk bisa didapatkan keputusan terbaiknya. Sehingga warga Amerika masih dilarang menggunakan aplikasi satu ini meskipun sangat tertarik untuk mencoba.

Diterima dan digunakan di banyak negara hampir di seluruh dunia ternyata Tik-Tok memiliki cerita berbeda di Amerika. Dianggap sebagai aplikasi yang mengancam keamanan negara membuat Tik-Tok di Amerika, bagaimana nasibnya? Tidak jelas nasibnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *