BLT IBU HAMIL
Foto: ilustrasi BLT ibu hamil

BLT Ibu Hamil Sebesar RP. 3 Juta Siap Disalurkan

Kesejahteraan sosial menjadi salah satu isu yang ditangani Kementerian Sosial melalui BLT ibu hamil. Komponen kesejahteraan adalah indeks pembangunan manusia (IPM), dengan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan menjadi tolok ukurnya.

Indonesia pada tahun 2020 masih memiliki IPM cukup rendah, meskipun sudah terdapat peningkatan. Salah satunya di bidang kesehatan, yaitu dari angka harapan hidup bayinya meningkat sekitar 0,3% daripada tahun sebelumnya.

Peningkatan kesempatan atau harapan hidupnya dipengaruhi ketika masa – masa kehamilan ibunya. Terpenuhi nutrisi, gaya hidup yang baik, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi salah satu faktor penentunya.

Namun ternyata tidak setiap keluarga memiliki kemampuan ekonomi dalam memenuhi setiap kebutuhannya pada masa kehamilan. Terlebih keluarga dengan tingkat ekonomi rendah dan rentan miskin, kebutuhan masa kehamilan sangat berat dipenuhi.

Syarat dan Cara Dapat BLT Ibu Hamil

Sebagai bagian dari upaya penuntasan kesejahteraan sosial, Kementerian Sosial menargetkan pemberian bantuan kepada keluarga rentan miskin. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan keberdayaan, melalui program keluarga harapan.

Di dalam programnya, komponen kesehatan menjadi salah satu prioritasnya, menyasar pada ibu hamil dan balita. Bantuannya dirupakan dalam bentuk tunai senilai 3.000.000 rupiah bagi ibu pada masa kehamilan serta setelah melahirkan.

BACA JUGA:  Banpres untuk UMKM kembali dibuka oleh Kemenkop UKM

Syarat mendapatkan bantuannya adalah tergolong dalam keluarga kurang mampu, yaitu terdata pada DTKS. Selain itu juga bukan penerima manfaat lebih dari dua kali pada bantuan untuk kehamilannya.

Cara mendapatkan bantuannya, pertama calon penerima BLT ibu Hamil wajib mendaftarkan dirinya melalui RT/RW setempat. Menyerahkan dokumen seperti SKTM, data diri, dan mengikuti prosedur sebagai bahan validasi dinas sosial.

Apabila verifikasi dan validasi menyatakan layak mendapatkan BLT, maka statusnya sudah sebagai keluarga penerima manfaat (KPM). Tidak hanya berhak memperoleh bantuan semasa kehamilan, tetapi juga mendapatkan manfaat lainnya.

Seperti bantuan pangan non tunai, yaitu upaya pemenuhan kebutuhan pokok (beras dan telur) yang dapat dibeli menggunakan dana bantuan melalui e-warong. Penerima berhak menentukan jenis, waktu, serta kualitas bantuannya sesuai kebutuhannya.

Adanya tambahan dana selama kehamilan serta tunjangan pangan, memberikan kesempatan bagi ibu agar mampu memenuhi kebutuhannya selama masa kehamilan. Mulai dari kecukupan nutrisi dan pelayanan kesehatan.

Selain memperoleh bantuan, ibunya juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi sebagai konsekuensi tergabung dalam PKH. Salah satunya adalah rutin (minimal 4 kali) pemeriksaan kesehatan, selama pemeriksaan nanti diberikan suplemen.

Kewajiban tersebut sejatinya mengedukasi serta memastikan kondisi kehamilan selalu terpantau serta terjaga kesehatannya. Dengan demikian, impian meningkatkan angka Indeks Pembangunan Masyarakat selangkah lebih dekat.

BACA JUGA:  Jenis – Jenis Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) 2021

Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil

Program BLT ibu hamil, merupakan bantuan dengan besaran paling tinggi dibandingkan insentif lainnya. Pemberian nilai besaran tinggi tersebut tidak terlepas dari betapa pentingnya pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan.

Ketika masa kehamilan, bayi memperoleh nutrisi dari konsumsi ibunya, sehingga segala sesuatu yang dimakan ibunya berpengaruh pada pertumbuhan janin. Pola makan tidak sehat tentunya menghambat dan berbahaya bagi janin.

Efeknya adalah terjadi masalah ketika lahir atau mengalami kelainan ketika organ sang anak sudah mulai tumbuh dan berkembang. Tentunya setiap keluarga menginginkan keturunan dengan kondisi baik, sehat, dan kuat.

Salah satu caranya adalah memenuhi kecukupan nutrisi, seperti asam folat, kalsium, zat besi, dan berbagai vitamin. Kebutuhan tersebut sangat memakan biaya tinggi, karenanya adanya insentif dana dari kemensos, diharapkan mampu membantu ibu hamil.

Pemenuhan nutrisi saja belum cukup, juga harus dibarengi dengan perubahan perilaku serta pola hidup. Seperti olahraga, istirahat cukup, mengurangi kondisi terlalu capek. Hal ini karena secara fisiologis kondisi tubuhnya berbeda sebelum hamil.

Pemeriksaan rutin ke dokter kandungan atau puskesmas juga sangat disarankan. Dokter mampu mendiagnosis kondisi janinnya, memberikan tips agar kehamilannya lancar, serta menyarankan nutrisi yang harus dikonsumsi.

BACA JUGA:  Bantuan Biaya Kuliah Kemendikbud Begini Cara Daftarnya

Karenanya salah satu komponen kewajiban dari PKH adalah wajib memeriksakan kandungannya hingga 4 kali selama kehamilannya. Selain memastikan kondisi janinnya sehat, juga memberikan edukasi pada masyarakat tentang penggunaan fasilitas kesehatan.

Setiap negara menginginkan kesejahteraan bagi seluruh warganya, salah satu indikatornya adalah melihat angka Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM). Pemberian BLT ibu Hamil merupakan upaya menaikkan IPM dari sektor kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *