Bansos Listrik
Foto: ilustrasi Bansos Listrik

Bansos Keringanan Listrik Hingga 50% Dibuka April – Juni

Kabar baik bagi seluruh warga Indonesia, pada bulan April hingga bulan Juni, PLN kembali memberikan bansos keringanan listrik. Bantuannya sedikit berbeda dari periode sebelumnya, mulai dari cara mendapatkan hingga besarannya.

Pemberian stimulus ini merupakan salah satu bentuk menanggulangi dampak dari covid-19. Mengingat setelah adanya pandemi kebutuhan konsumsi listrik meningkat akan tetapi kemampuan daya beli masyarakat mulai melemah.

Kondisi ekonomi dan hilangnya beberapa pekerjaan membuat pembayaran listriknya menjadi salah satu beban bagi keluarga. Baik bagi perorangan maupun bagi industri kecil. Tentunya demi menunjang keberlangsungannya, pemberian stimulus adalah solusinya.

Adanya pemberian ini diharapkan masyarakat tidak lagi khawatir terhadap pemakaian listriknya. Bahkan bagi industri, diharapkan mampu memanfaatkan peluang untuk berinovasi serta mengembangkan berbagai solusi sebagai penggerak ekonomi.

Beberapa Kriteria Bansos Keringanan Listrik

Tidak setiap rumah berhak atas bantuan stimulusnya, hanya rumah tangga atau industri kecil dengan kategori tertentu saja. Penetapan kategori tersebut mempertimbangkan dampak serta manfaat yang akan diterima oleh pelanggan.

Kriteria yang dapat memperoleh stimulus, mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 139K/26/MEM/2020. Yaitu melihat dari daya yang terpasang dan pembebasan biaya beban atau abonemen untuk industri.

BACA JUGA:  Link Pendaftaran KIP Kuliah 2021

Kriteria pertama adalah rumah tangga, industri kecil, dan bisnis dengan daya sebesar 450 V. Kriteria pertama ini akan memperoleh keringanan potongan biaya listrik hingga 50%, baik metode pembayaran pasca bayar maupun prabayar.

Kriteria kedua merujuk pada rumah tangga dengan daya 900 V. pada kriteria kedua ini, potongan biaya listriknya sedikit lebih rendah, yaitu hanya 25 % saja.

Kedua kriteria tersebut memiliki batasan waktu dalam memperoleh stimulus potongan harganya. Ketika pemakaiannya sudah melebihi dari 720 jam, tidak lagi berhak memperoleh keringanan biaya listriknya.

Skema baru pemberian bantuannya tentunya cara memperolehnya juga berbeda dari sebelumnya. Pada bantuan sebelumnya pelanggan dapat menukarkan atau melakukan klaim melalui aplikasi mobile, website, atau via WA.

Pada listrik prabayar, pemberian bansos keringanan listrik akan didapatkan ketika membeli token. Sehingga pelanggan tidak lagi membayar token secara penuh, melainkan mendapatkan potongan sebesar 50% dari harga total.

Sedangkan pada listrik pasca bayar dan keringanan industri, pemberian keringanannya terletak pada tagihannya. Secara otomatis besar tagihan listriknya akan terpotong sesuai dengan kriteria penerima bantuannya.

Sebagai penyedia layanannya, PLN sangat optimis dengan program stimulusnya. Sebagaimana dukungan dari pemerintah dalam meringankan dampak pandemi, diharapkan pelaksanaannya lancar serta membantu para pemilik usaha bangkit kembali.

BACA JUGA:  Jenis – Jenis Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) 2021

Demi mengoptimalkan pelayanannya, PLN kini menyediakan aplikasi mobile. Melalui aplikasinya berbagai informasi terkait kelistrikan dapat dipantau pelanggan serta apabila mengalami kendala pada program keringanan listriknya bisa melakukan aduan melalui aplikasinya.

Sasaran dan Tujuan Bansos Keringanan Listrik

Tujuan dari pelaksanaan program keringanan listrik ini adalah sejalan dengan semangat pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional. Ada dua hal yang perlu menjadi perhatian agar pemulihan ekonomi berjalan cepat dan lancar.

Pertama adalah memberikan kekuatan bagi masyarakat dan kedua adalah memberikan dorongan pada masyarakat. Pemberian kekuatan diberikan pada warga negara dengan tingkat ekonomi rendah yang memang terkendala dalam bidang ekonomi.

Pemberian dorongan ditujukan pada pemilik usaha atau bisnis kecil yang rentan menutup usahanya karena membengkaknya biaya operasional. Dalam menghadapi kedua kondisi tersebut, biaya listrik menjadi salah satu sorotannya.

Awalnya program stimulus ini sampai menggratiskan biaya konsumsi listriknya, terutama bagi rumah tangga dengan daya 450 V. Bantuan tersebut muncul ketika awal pandemi, ketika kondisi masih belum dapat terkendali.

Sekarang kondisinya sudah sedikit berbeda, arus penyebarannya mulai melandai serta berbagai kegiatan ekonomi sudah mulai aktif kembali. Sehingga memberikan potongan hingga sebesar 50% tentunya bisa mengurangi beban rumah tangga.

BACA JUGA:  Ternyata Kuota Internet Belajar Telkomel Bisa Jadi Kuota Reguler

Selain pengurangan biaya tagihannya, bantuannya kini juga terbatas waktu, hanya pemakaian selama 720 jam saja. Pengurangan ini diharapkan mampu mendorong kreativitas dari industri agar memanfaatkan energi secara efektif efisien.

Energi menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi pandemi bagi rumah tangga maupun industri kecil. Kebutuhan mengakses belajar dari rumah, melakukan digitalisasi, dan berbagai aktivitas lainnya membutuhkan energi cukup tinggi.

Dampak ekonomi tentunya akan menjadikan kebutuhan tersebut menjadi beban. Pemerintah memahami kondisi tersebut dan meluncurkan bansos keringanan listrik sebagai solusinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *