Banpres UMKM
Foto: ilustrasi Banpres UMKM

Banpres untuk UMKM kembali dibuka oleh Kemenkop UKM

Pemerintah terus menggencarkan upaya pemulihan ekonomi nasional, salah satunya melalui Banpres untuk UMKM. Adanya pandemi memberikan pukulan berat bagi kondisi ekonomi, bahkan tidak sedikit pelaku usaha terdampak negatif.

Berdasarkan data, selama masa pandemi, tidak lebih dari 6% mampu bertahan serta memperoleh keuntungan. Kondisi tersebut menunjukkan betapa banyaknya UMKM yang mengalami pukulan secara ekonomi, bahkan harus mandek usahanya.

Apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, tentunya juga akan berdampak pada daya beli masyarakat serta perputaran ekonomi di masyarakat. Efek jangka panjangnya, ekonomi makro Indonesia juga akan mengalami guncangan.

Pemberian insentif dana tersebut diharapkan menjadi secercah peluang bagi UMKM agar menggerakkan kembali mimpinya. Tidak hanya bertahan, namun juga beradaptasi dengan cara berinovasi memasuki serta mengembangkan dunia digital.

Banpres untuk UMKM Sebesar 1,2 Juta Rupiah

Tahun 2021 ini, upaya pemulihan ekonomi nasional kembali digerakkan, terutama melanjutkan banpres pada tahun sebelumnya. Salah satu bentuk upaya pemulihannya adalah memberikan suntikan dana hibah pada usaha mikro, kecil, dan menengah.

Anggarannya direncanakan mencapai 17,34 triliun khusus untuk pemulihan serta dorongan bagi pemilik usaha. Rencananya anggaran tersebut dibagikan secara bertahap kepada calon penerima selama 3 kuartal pada tahun 2021.

BACA JUGA:  Banpres UMKM Produktif Diperpanjang Sampai 2021, Cek Syarat dan Cara Daftar Onlinenya Disini!

Pada kuartal kedua ini, pemberian bantuannya direncanakan sebesar 3,6 triliun rupiah. Penyalurannya diharapkan mampu memberikan insentif kepada kurang lebih 3 juta pemilik usaha. Kuotanya memang lebih sedikit dibandingkan kuartal awal.

Sebagai prioritas pemulihan ekonomi nasional, Kemenkop UKM menarget calon penerima bantuan secara spesifik. Di antara persyaratannya adalah belum menerima insentif BPUM sebelumnya atau terbebas dari KUR (kredit usaha rakyat).

Pendaftarannya juga dirasa cukup sederhana dan tidak rumit. Namun saat ini proses pendaftarannya masih diarahkan secara langsung atau tidak melalui daring. Pendaftarannya dilakukan melalui lembaga pengusul BPUM.

Sebelum mendaftar banpres untuk UMKM, pastikan menyiapkan dokumennya terlebih dahulu sehingga tidak kerepotan. Dokumen yang dibutuhkan adalah NIK, Bidang Usaha, Nomor Telepon dan SKU (Surat Keterangan Usaha) apabila domisilinya berbeda dari alamat KTP.

Langkah pertama pendaftaran adalah mengajukan usulan pada lembaga pengusul. Beberapa lembaganya adalah dinas koperasi, koperasi berbadan hukum, dan kementerian atau OJK. Pada proses pendaftarannya diminta mengisi serta melengkapi datanya sesuai dokumennya.

Proses pendaftaran berikutnya didominasi proses verifikasi serta uji kelayakan menerima bantuan. Setelah dinyatakan layak, maka akan memperoleh pesan singkat dari bank penyalurnya. Usahakan langsung menuju bank penyalurnya agar segera bisa dicairkan.

BACA JUGA:  Syarat-Syarat dan Ketentuan Yang Harus Dipenuhi Untuk Mendaftar Bantuan BLT UMKM

Insentif dananya akan dikirimkan menuju rekening penerima manfaat. Apabila belum memiliki rekening, akan dibuatkan ketika dinyatakan layak menerima BPUM. Sistem tersebut meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyaluran bantuannya.

Peranan UMKM di dalam Perekonomian

Pemerintah menggencarkan bantuan dana banpres untuk UMKM tidak terlepas dari perannya dalam memajukan ekonomi Indonesia. Sehingga sangat wajar apabila ingin pemulihan ekonomi, tentunya memprioritaskan sektor penunjangnya, yaitu UMKM.

Setidaknya terdapat tiga peranan penting usaha mikro, kecil, dan menengah. Di antaranya yaitu berperan penting dalam pemerataan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, dan berpotensi mendatangkan devisa bagi Indonesia.

Keberadaan UMKMnya yang begitu besar di masyarakat, memberikan kemudahan bagi masyarakat desa dalam memperoleh berbagai kebutuhan pokok. Pemilik usaha menjadi penghubung antara kebutuhan dengan mobilitas barang yang diinginkannya.

Dalam kesejahteraan, kemampuannya untuk menyerap tenaga kerja, memberikan peluang serta potensi lapangan kerja alternatif. Dampaknya anggota masyarakat di sekitar lingkungan usahanya dapat terlibat serta muncul

Perannya yang terakhir terkait dengan potensi peningkatan devisa negara adalah kapasitasnya dalam mengembangkan usaha. Terkadang tidak hanya melayani transaksi dalam negeri saja, tetapi juga terdapat transaksi ke luar negeri.

Melalui ketiga peranan tersebut, tentunya sangat dimengerti apabila pemerintah bergerak cepat sebagai upaya pemulihan ekonomi. Membiarkan masalahnya berlarut – larut dapat berdampak pada berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga kesejahteraan.

BACA JUGA:  Segera Daftar! Kembali Dibuka Banpres Produktif Untuk Pelaku Usaha Mikro (BPUM) 2021

Pandemi memberikan dampak luar biasa terhadap ekonomi suatu negara, termasuk Indonesia. Dibandingkan beberapa negara tetangga, Indonesia dinilai sangat mengandalkan interaksi langsung dalam berbagai kegiatan serta transaksi, bahkan juga sistem pendidikannya.

Menghadapi pandemi, pemerintah berupaya kuat dalam memutus tali penyebaran, yaitu dengan melakukan pembatasan interaksi. Untuk mengurangi dampak dari kebijakannya, diberikan insentif Banpres untuk UMKM agar tetap dapat bertahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *